Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

PENDAKIAN MT.SINDORO 3.153 Mdpl PARMA ADVENTURE

PENDAKIAN MT.SINDORO 3.153 Mdpl 
PARMA ADVENTURE


Gunung Sindoro ini adalah sebuah gunung volkano akftif yang terletak di Temanggung - Jawa Tengah, gunung ini juga berdekatan dengan gunung sumbing.
Masyarakat dikedua daerah itu menyebut Sindoro-Sumbing sebagai Gunung kembar. Keduanya menyimpan potensi wisata yang sangat besar, meskipun belum semuanya bisa dikelola secara maksimal
jalur pendakian, gunung Sindoro mempunyai 2 buah jalur pendakian yaitu melalui desa Kledung dan Tambi. Sedangkan untuk pendakian yang kami lakukan kali ini, kita memilih menggunakan jalur Kledung karena dari informasi yang terkumpul banyak yang menyarankan melalui jalur ini.


Perjalanan pendakian ke sindoro kali ini berangkat dari Majenang pukul 21.00 wib, menggunakan kendaraan umum via purwokerto disambung lagi ke jurusan semarang via wonosobo. turun di basecamp kledung karena basecamp sindoro dekat jalan raya.

Basecamp kledung.tempatnya lumayan besar dan ditunjang fasilitas MCK, para pendaki memanfaatkan untuk istirahat terlebih dahulu sebelum memulai pendakian. dari basecamp kledung ke pos satu kita akan melalui jalan berbatu rapi dengan lahan pertanian disampingnya sejauh sekitar 2km dan hutan pinus setelahnya menjelang Pos 1 Sibajing, dengan ketinggian 1.900 mdpl. ingat kita harus isi penuh tempat air kita dikarenakan selama pendakian tidak dijumpai mata air selain di puncak 


Dari pos 1 kita berbelok ke kanan, kita akan mendaki dan menuruni 2 buah punggungan gunung.
Jalur bergeser kepunggungan yang lain melintasi beberapa jembatan kayu.pohon pinus dan lamtoro selama perjalanan akan membawa suasana sejuk.
pos II di ketinggian 2.120 mdpl


Untuk sampai pos III kita akan melewati medan yang terjal dan berbatu, terdapat batu besar ditengah jalan setapak. kita bisa beristirahat diatas batu sambil menikmati keindahan alam sekelilingnya dan tentunya gunung sumbing yang tepat berada didepan pandangan kita. Jalan tanah berdebu bercampur kerikil seringkali menyulitkan pendakian. medan mulai terbuka selepas pos II sehingga disiang hari akan terasa panas.
akhirnya kami pun tiba di pos III berada di ketinggian 2.530 mdpl lokasinya terbuka dan cukup luas untuk mendirikan belasan tenda.Dari sini kita akan menyaksikan pemandangan yang sangat indah ke arah gunung Sumbing.Pemandangan lereng terjal gunung Sindoro serta puncak bayangan yang nampak di depan mata sangat indah untuk dinikmati.
Kamipun istirata dan diputuskan untuk mendiirikan tenda karena cuaca mulai tidak bersahabat.


sambil ngopi2 tak lupa mie instan pun diseduh, udara mulai terasa dingin, kabut mulai menerpa menemani istirahat kami

Kabut makin tebal dan hujan pun turun, hujan cukup lebat membuat tenda kami sedikit rembes karena pada saat itu belum marak tenda dome yg waterproof, Hingga larut malam hujan pun tak henti. akhirnya kami putuskan bermalam di pos III.

Kurang lebih pukul 02.00 dini hari hujan mulai reda, dan kami sepakat melanjutkan perjalanan.
Dari pos III pendakian masih melintasi jalan berbatu yang terjal disertai dengan kerikil dan debu.
Meskipun medan sangat berat kawasan ini agak rindang karena banyak ditumbuhi oleh pohon lamtoro dan tanaman perdu setelah mencapai puncak bayangan pertama, pendaki harus menghadapi puncak bayangan berikutnya yang kelihatan sangat tinggi dan curam
selama perjalanan menuju puncak bayangan badai pun menerpa kami. dan kami putuskan berhenti sampai badai berlalu.


medan yang kita lewati dipenuhi bunga adelweis cukup memberi keindahan dan kedamaian dikala kami diterjang badai.
Badai pun akhirnya berlalu, perjalanan kami lanjutkan menuju puncak sindoro. sesampai puncak sindoro kalau tidak terhalang kabut kita akan melihat kawah yang begitu indah hasil letusan dahulu kala puncak sindoro tak jauh beda dengan puncak sumbing tak terlalu luas dan terdapat bebatuan besar yang ditumbuhi bunga adelweis mengelilingi kawah



 Tidak mengambil sesuatu kecuali foto, 
Tidak meninggalkan sesuatu kecuali jejak kaki, 
Tidak membunuh sesuatu kecuali waktu. 

SALAM LESTARI.........................
BAWA TURUN SAMPAHMU.. !!!!!!!!!!!!!!!


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

PENDAKIAN MERAH PUTIH Mt. PRAU 2.565 Mdpl

PENDAKIAN MERAH PUTIH Mt. PRAU 2.565 Mdpl
PARMA ADVENTURE 



Puncak Gunung Prau merupakan padang rumput luas yang memanjang dari barat ke timur. Bukit-bukit kecil dan sabana dengan sedikit pepohonan dapat kita jumpai di puncak. Gunung Prahu merupakan puncak tertinggi di kawasan Dataran Tinggi Dieng, dengan beberapa puncak yang lebih rendah di sekitarnya, antara lain Gunung Sipandu, Gunung Pangamun-amun, dan Gunung Juranggrawah.
Ada tiga jalur yang dapat digunakan untuk mendaki Gunung Prahu, yaitu:
Jalur Pranten, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang
Jalur Patak Banteng, Wonosobo
Jalur Kenjuran, Kendal.
Gunung prau tergolong pendek hanya 2565 Meter diatas permukaan laut (mdpl). namun pemandangan alam nya sangatlah indah jika kita sampai di puncaknya. Gunung ini tidak memiliki kawah, karena masih tergolong sebagai gundukan bukit, bukit itu biasa disebut Pendaki sebagai Bukit Teletubis.

Pada trip kali ini PARMA mencoba melakukan pendakian gunung prau via Patak banteng,selama perjalanan lepas dari kawasan wonosobo akan dihibur oleh indahnya pegunungan Dieng, dari wonosobo para pendaki akan dimintai karcis masuk kawasan Dieng. Lepas dari pintu gerbang kawasan wisata, kanan kiri dihiasi pegunungan. Baik pegunungan dieng maupun erotisnya Gunung Sindoro dari sebelah kanan.

Sampai di basecamp, kami menuju parkiran, kebetulan rombongan kami membaa kendaraan pribadi, karena pas malam 17 agustus parkiran di patak banteng cukup padat, jadi kami harus mencari parkiran yang kosong.


sebagian teman kami mendaftarkan diri untuk izin mendaki dan menyiapkan perbekalan selama diatas gunung, sambil beristirahat sejenak untuk mengisi tenaga karena perjalanan 5 jam dalam kendaraan cukup melelahkan, apalagi drivernyah :)

Perizinan di gunung prau ini tidak serumit gunung-gunung lain, hanya membayar uang cash dan diberi karcis pendaki sudah bisa langsung berangkat menuju puncak. Persyaratan khusus terdapat pada poster yang ada di basecamp. Persyaratan khusus itu berisi larangan-larangan selama perjalanan maupun selama di puncak. Bagi pendaki yang membawa kendaraan pribadi dapat dititipkan di basecamp dan membayar parkir.

Pukul 20.00 wib Pendakian dimulai diawali doa bersama tentunya.

TRACK Pertama Perjalanan dari Basecamp – Pos I
Dari basecamp, kami menuju perkampungan dimana jalan menuju puncak adalah melewati perkampungan warga Patak Banteng, terdapat tanda jelas menuju puncak. Lepas dari perkampungan sekitar 500 meter sampai 1 kilometer, pendaki memasuki kawasan persawahan warga, persawahan ini sangat indah dengan tata letak terasering yang sangat rapi dan hijau. Pendaki melewati jalan batu sedikit menanjak sekitar 15 menit hingga sampai Pos I.

Pos I berupa gubuk kecil persawahan, kami  mengisi tenaga sejenak lalu lanjut perjalanan.  Dari pos ini pendaki hanya bisa melihat pemandangan sawah yang rapi dan puncak dari gunung sindoro yang terlihat kecil. . Jika ramai pendaki, banyak tukan ojek di pos ini, untuk menjemput pendaki yang turun.


TRACK Kedua Pos Sikut Dewo - Pos 2 Canggal walangan
Kami melanjutkan perjalanan dari pos I menuju pos 2, melewati persawahan, dengan pemandangan sawah kanan kiri dan hutan didepan. Dari Pos I menuju Pos 2 sekitar 20 – 30 menit saja dengan jalur tidak terlalu menanjak, dan berbentuk tangga tanah. Sebelum Pos 2 akan menjumpai warung kecil sebelah kiri jalur, warung ini buka jika pendakian ramai. kurang lebih 25m dari warung, Pos 2 sudah terlihat.


Pos 2 berupa lahan lapang kecil, cukup untuk mendirikan 2 tenda saja. Di pos ini juga pendaki memasuki hutan gunung prau. Hutan lebat dengan dominasi pohon cemara dan pinus. Para pendaki biasanya langsung melanjutkan perjalanan tanpa istirahat di pos ini karena tenaga masih cukup dan tidak terlalu terjal selama perjalanan dari pos 1.


TRACK ketiga Pos Canggal walangan – Pos 3 Cacingan
Dari pos 2 menuju pos 3 perjalanan mulai  menanjak, dan dari sini juga perjalanan akan semakin menantang karena jalur yang sedikit terjal dan menanjak perlu extra hati-hati. Jalur sangat licin ketika musim hujan.  Sekitar 45 menit perjalanan untuk menuju pos cacingan, dan sangat menguras tenaga. Selama perjalanan, pendaki tidak dianjurkan mengambil gambar, karena jalan lumayan susah untuk tidak berpegangan. Jalur ini berupa tanah merah dengan batu-batuan khas perbukitan. Sampai di pos 3, sesekali kami  istirahat sejenak untuk mengisi tenaga,  karena masih setengah perjalanan menuju puncak.




TRACK Keempat Pos Cacingan Puncak
Setelah menguras tenaga dari pos 2 ke pos 3, kami pun istirahat sejenak sambil mengatur nafas, menyusun tenaga, sambil menikmati dinginya prau di malam hari, bintang pun terasa dekat, semilir angin merasuk tulang.


Perjalanan pun kami lanjutkan, berharap di puncak bisa mendirikan tenda dilanjut ngopi2, hihihihihihihi........ Riuh suara pendaki pun mulai terdengar sekumpulan tenda2 menghiasi puncak prau. kami sedikit kesulitan mencari lokasi mendirikan tenda yang nyaman.
Tenda pun berdiri, kami sepakat beristirahat dan tidur, berharap esok subuh bisa menikmati indahnya sunrise mt.prau


Di pagi hari, pendaki akan di hibur oleh indahnya Sunrise Gunung Prau, dimana kami sangat menunggu moment ini untukmenikmati keindahan alam yang satu ini dan berfoto-foto untuk mengabadikan moment moment. Dari puncak dapat melihat Gunung Sindoro dan Sumbing terlihat sangat mesra, di dampingi Gunung Merapi dan Merbabu sebelah kanan, dan Gunung Lawu yang terlihat sangat kecil. Kebanyakan pendaki lebih sering mengabadikan indahnya gunung2 itu kejauhan.





Tidak jauh dari bukit, puncak terlihat. Berjalanlah ke arah kiri, menaiki bukit, disitu terdapat puncak gunung prau. Ditandai dengan plat kecil bertuliskan “Puncak 2565” 



Setelah cukup puas, dan hari pun terasa makin panas, kami pun segera packing dan melanjutkan perjalanan kembali turun ke base camp.


SALAM LESTARI.............
BAWA TURUN SAMPAHMU...!!!!!!!!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

PARMA TRIP MT.PAPANDAYAN 2.665Mdpl

PARMA TRIP MT.PAPANDAYAN 2.665Mdpl
EDISI MALAM 1 SURO


Gunung Papandayan merupakan destinasi wisata andalan di Kabupaten Garut. Gunung Papandayan memiliki beberapa tempat menarik seperti kawah Papandayan, Hutan Mati, Pondok Saladah, Gober Hut, Tegal Alun, Tegal Panjang dan tempat-temat menarik lainnya yang belum dikembangkan.
Jalur pendakian gunung Papandayan dari arah Jakarta atau Bandung naik bus jurusan Garut berhenti di terminal bus Guntur Garut. Dari situ jalan kaki sedikit, masuk ke terminal elf. Dari terminal elf Guntur Garut ada banyak pilihan jurusan, bisa memakai elf jurusan Garut – Cikajang, Garut – Pameungpeuk atau Garut – Singajaya, atau bisa juga naik angkot jurusan Garut- Cikajang. Minta berhenti di alun-alun Cisurupan, dari terminal Guntur sampai alun-alun Cisurupan sekitar 30 menit.
Jalur pendakian gunung Papandayan dari alun-alun Cisurupan menuju areal publik atau lapang parkir Papandayan jalannya bagus dan lebar. Disitu banyak tukang ojek dan colt buntung. Kalau anda naik kendaraan umum dan rombongan anda hanya dua atau tiga orang gunakanlah ojek agar menghemat waktu. Tetapi kalau rombongan cukup banyak, bisa menggunakan angkutan colt buntung agar lebih hemat. 

Daya tarik Wisata Beberapa lokasi yang menarik dan sering dikunjungi wisatawan diantaranya: • Kawah Papandayan Merupakan komplek gunung berapi yang masih aktif seluas 10 Ha. Pada komplek kawah terdapat lubang-lubang magma yang besar maupun kecil, dari lubang-lubang tersebut keluar asap/uap air hingga menimbulkan berbagai macam suara yang unik. • Blok Pondok Saladah Merupakan areal padang rumput seluas 8 Ha, dengan ketinggian 2.288 meter di atas permukaan laut. Di daerah ini mengalir sungai Cisaladah yang airnya mengalir sepanjang tahun. Lokasi ini sangat cocok untuk tempat berkemah. 
Blok Sumber Air Panas Letaknya di perbatasan Blok Cigenah, sumber air panas ini mengandung belerang dan berhasiat dalam penyembuhan penyakit kulit terutama gatal-gatal. Secara keseluruhan kawasan ini memiliki panorama alam yang indah dengan lingkungan yang relatif masih utuh dan alami yang ditunjang dengan kesejukan udara. 

Pada expedisi kali ini PARMA dengan 6 personil berangkat dari kota Majenang menggunakan kendaraan pribadi menuju basecamp papandayan sekitar pukul 20.00 wib.
Kurang lebih tengah malam kami sampai di lapang parkir Papandayan, diharuskan daftar di pos pendaftaran.  tarif masuknya Rp. 10.000,- per orang. Jalur pendakian gunung Papandayan dari Pos I cukup lebar, melewati jalan bebatuan. Sisi kiri kanan jalan terdapat pohon cantigi yang daunnya hijau. Beberapa puluh meter dari pintu masuk, jalur pendakian gunung Papandayan akan melewati kawah Papandayan.
Di basecamp papandayan kami putuskan istirahat sambil ngopi2 dan packing ulang perbekalan pendakian.



Setelah istirahat berasa cukup kami mulai melakukan pendakian, pendakian melalui jalan berbatu bekas letusan papandayan, kami harus merasakan tajamnya bebatuan yang menjadi trek pertama kami, kemudian dilanjutkan dengan keindahan panorama bekas jalanan lava papandayan, dan nampak masih ada semburan semburan gas di sana sini,
malam itu angin bertiup tak beraturan sehingga gas belerang yg keluar dari kawah susah dihindari, bahkan ada sebagian pendaki sesak nafas akibat menghirup gas belerang yang terlalu pekat.


Kurang lebih 30 menit kami sampai di pos 1, ada sebuah warung kecil cukup untuk beristirahat sejenak sambil mengatur nafas, menghirup udara segar setelah nafas ini disesaki bau belerang yang menyengat.

Perjalanan pun dilanjutkan melewati jalan yg lumayan lebar banyak bonus turunan, sedikit pepohonan





Dari pos 2 dilanjutkan perjalanan menuju PONDOK SALADAH, selain tempatnya nyaman, disinilah spot terbaik mendirikan tenda, perjalanan dari pos 2 ke pondok selada kurang lebih 15 menit, di tempat ini juga terdapat sungai / sumber air, Taman edelwais, dan hutan yang cocok buat buang Hajat, he he he, catatan kalo mau buang hajat jg sudah tersedia MCK.





camp pondok seladah


Setelah dirasa cukup sarapan pagi dan kongkow2, perjalanan pun dilanjutkan menuju TEGAL ALUN, track menuju Tegal Alun ada 2 rute, yang pertama melewati tebing berbatu, dan yang lainnya melewati hutan Mati, kami sepakat berangkat melewati Bukit berbatu, dan kembalinya melalui hutan mati.

Jalur melalui Bukit berbatu cukup menyulitkan, selain harus melewati hutan becek dan licin, kita juga harus melewati genangan air, yang harus hati hati.


Perjalanan cukup melelahkan dengan tanjakan yang sungguh2 menyesakan dada, namun dengan semangat 45 kami tetap berjuang mencapai tegal alun, 



Lelah pun terbayar , akhirnya sampailah kami di tegal alun, Tegal Alun adalah hamparan kebun edelweis yang sangat luas. Namun tidak semua pendaki dan wisatawan gunung Papandayan datang melihat keindahan alam Tegal Alun. Penyebabnya mungkin bukan karena belum pernah mendengar pesona Tegal Alun yang mengagumkan, tetapi karena jalur pendakian menuju Tegal Alun cukup jauh dan lumayan terjal.




Setelah puas menikmati indahnya hamparan bunga eidelweis, kami pun melanjutkan perjalanan kembali menuju kawah papandayan, jalur menuju kawah kami menempuh jalur hutan mati, Hutan mati adalah bekas hutan pohon cantigi yang terbakar. Di hutan mati berdiri pohon-pohon cantigi yang berwarna hitam gosong. Pemandangan alam hutan mati sangat indah dan menarik. Pendaki dan wisatawan yang datang ke gunung Papandayan jarang melewatkan keindahan alam hutan mati tersebut. Pemandangan hutan mati memberikan background unik untuk pengambalian video atau photo. Bahkan saya pernah melihat ada sepasang kekasih beserta weding organizer, tata rias dan photografernya yang sengaja datang ke gunung Papandayan untuk membuat foto pra weding di hutan mati.






Dari huutan mati kami mencoba menikmati indahnya kawah papandayan, karena pada saat pendakian kami melewatinya pada malam hari , sehingga kurang begitu jelas, 



Dikawah ini teradapat 14 kawah dan yang paling besar adalah kawah Mas dengan lebar kurang lebih 150 meter. Kawah ini bergemuruh layaknya suara mesin pesawat jet. Dari 14 kawah ini masing-masing kawah mengeluarkan asap yang berberda-beda ada yang berwarna hijau hingga ada yang berwarna emas..


Udara disekitar kawah cukup panas, sehingga saya sarankan untuk memakai baju dengan bahan yang dingin. Selain menikmati kawah disana kita juga bisa menemukan hamparan bunga Eidelweiss (anaphalis javanica). Sebagian orang percaya bahwa air yang ada dikawah ini bisa digunakan sebagai obat yang paling mujarab untuk penyakit kulit.




SALAM LESTARI.........
BAWA TURUN SAMPAHMU.......!!!!!!!!!
GUNUNG BUKAN TEMPAT SAMPAH !!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS